Rasanya sudah berbulan-bulan saya ga menyentuh cerita ini, karena satu
dan lain hal. Bukan karena saya lupa, atau sengaja melupakan. Bahkan,
tadinya, saya ingin mengumpulkan cerita suka-suka ini ke dalam sebuah
buku cerita. Dongeng tak bermula. Cuma bermodalkan imajinasi dan
khayalan masa kecil yang terbawa-bawa hingga dewasa.
Cerita ini saya tujukan untuk hujan dan awan, rekanan sehati yang
dipertemukan oleh fenomena cuaca. Karena saya dan dia, hujan dan awan,
bulan dan bintang, pensil dan kertas, musik dan telinga, cahaya dan mata
- ya, kami semua adalah bagian dari alam. Dan, Tuhan selalu berbicara
kepada kita melalui jutaan keajaibannya yang Dia sampaikan oleh bahasa
alam.
Selamat menikmati! :)
-penceritahujan-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar